Pekanbaru - Tim renang Kota Pariaman mencatat prestasi membanggakan setelah sukses membawa pulang 13 medali dalam ajang Kejuaraan Riau Aquatik Junior Sprint VI 2025. Kompetisi yang berlangsung di Aquatic Sport Center, Pekanbaru, pada 15-16 Februari 2025 itu diikuti oleh para atlet muda dari berbagai daerah di Sumatra.
Kontingen Kota Pariaman yang bernaung di bawah Hoyak Swimming Club menunjukkan dominasinya dengan meraih tiga medali emas, delapan perak, dan dua perunggu. Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi klub tersebut sebagai salah satu pembinaan atlet renang terbaik di Sumatra.
Dua medali emas diraih oleh Pratu Febri Adriansyah Chaniago yang berlaga di nomor Master. Ia tampil unggul dalam kategori 50 meter gaya bebas dan 50 meter gaya dada. Sementara itu, kontribusi terbesar datang dari Muhammad Habibie Abrar, siswa kelas tiga SDIT Mutiara Pariaman, yang berhasil mengoleksi 11 medali dalam berbagai kategori.
Habibie meraih satu emas untuk nomor 100 meter gaya bebas, delapan perak dalam kategori 50 meter gaya bebas, 100 meter gaya punggung, 50 meter gaya punggung, 100 meter gaya kupu-kupu, 50 meter gaya kupu-kupu, 50 meter gaya bebas fins, 50 meter gaya kupu-kupu fins, dan 50 meter gaya punggung fins. Selain itu, ia juga membawa pulang dua medali perunggu untuk nomor 100 meter gaya dada dan 50 meter gaya dada.
Prestasi ini menambah daftar panjang pencapaian Habibie dalam dunia renang. Sebelumnya, ia juga telah beberapa kali mengharumkan nama Kota Pariaman dalam berbagai kejuaraan tingkat daerah maupun nasional.
Ketua Hoyak Swimming Club, Faiz Ramadhan, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atlet yang terus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka selama kompetisi berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan agar para atlet bisa terus berkembang dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Saat ini, para atlet renang Kota Pariaman masih menjalani latihan di fasilitas yang ada di Sikabu, Padangpariaman. Ketua Cabang Olahraga Senam Kota Pariaman, Fitri Nora, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan kolam renang berstandar nasional di Kota Pariaman sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 pada 2020. Ia berharap proyek tersebut bisa segera direalisasikan dengan dukungan dana dari pemerintah pusat, sehingga para atlet memiliki fasilitas yang lebih layak untuk berlatih.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Pariaman, Edison TRD, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung cabang olahraga renang agar semakin berkembang. Ia berharap pembangunan kolam renang yang lebih representatif bisa segera terwujud, meskipun tantangan efisiensi anggaran masih menjadi kendala utama.
"Dengan pencapaian ini, atlet renang Kota Pariaman diharapkan mampu melanjutkan tren positif dalam berbagai kejuaraan di masa mendatang, sekaligus mengangkat nama daerah di kancah nasional maupun internasional," ungkap Edison TRD. (OLP)